Petani, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), dosen pembimbing lapangan, dan seluruh elemen Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) melaksanakan kegiatan selamatan sumber mata air di kawasan Lahan Kopi Srandil pada 21 Juni 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah sumber air bersih yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian di kawasan perkebunan kopi Srandil. Keberadaan sumber mata air tersebut memiliki peran yang sangat penting karena tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga menjadi sumber pengairan yang membantu menjaga produktivitas tanaman kopi di wilayah tersebut.

Kegiatan diawali dengan berkumpul bersama di area sumber mata air yang menjadi lokasi pelaksanaan selamatan. Suasana kebersamaan terlihat sejak awal kegiatan, di mana para petani, mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, dan elemen LPHD hadir untuk mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat. Dalam sambutannya, Kepala LPHD menyampaikan bahwa sumber mata air merupakan aset alam yang harus dijaga bersama karena keberadaannya sangat menentukan keberlanjutan sektor pertanian di kawasan Bukit Srandil. Ia juga mengingatkan bahwa kelestarian sumber air tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan, termasuk menjaga tutupan vegetasi dan mengelola lahan secara bijaksana agar keseimbangan ekosistem tetap terpelihara.

Setelah sambutan selesai, prosesi selamatan dilaksanakan secara khidmat dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir. Doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas limpahan air bersih yang terus mengalir dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain sebagai bentuk rasa syukur, prosesi tersebut juga menjadi pengingat bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga sumber daya alam agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Momen ini berlangsung dengan suasana yang penuh kekeluargaan, di mana seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh masyarakat setempat.

Kegiatan selamatan sumber mata air tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara masyarakat, mahasiswa, dan pihak perguruan tinggi. Mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan ini memperoleh pengalaman langsung mengenai tradisi lokal yang berkaitan erat dengan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam. Dosen pembimbing lapangan turut memberikan pendampingan serta menjelaskan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber air sebagai bagian dari upaya mendukung pertanian kopi yang berkelanjutan. Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara masyarakat dan dunia akademik dalam menjaga potensi alam yang dimiliki Desa Tlekung.

Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Tumpeng yang disiapkan secara gotong royong menjadi lambang harapan agar sumber mata air tetap terjaga dan terus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat serta keberlangsungan pertanian kopi di kawasan Srandil. Setelah pemotongan tumpeng, seluruh peserta menikmati hidangan bersama sambil berbincang mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat kerja sama dalam pengelolaan lahan perkebunan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Tlekung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat semakin memperkuat komitmen untuk menjaga kelestarian sumber mata air dan lingkungan sekitar. Air bersih yang tersedia di kawasan Lahan Kopi Srandil merupakan sumber kehidupan yang sangat berharga dan memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas perkebunan kopi yang menjadi salah satu identitas masyarakat setempat. Dengan menjaga kelestarian sumber mata air, masyarakat tidak hanya mempertahankan keberlangsungan pertanian, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan di kawasan Bukit Srandil. Kegiatan selamatan ini menjadi pengingat bahwa rasa syukur harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam merawat dan melestarikan sumber daya alam agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat saat ini maupun generasi yang akan datang.