
Dosen bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberikan pelatihan budidaya tanaman kopi srandil kepada sejumlah anggota petani yang tergabung dalam Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Desa Tlekung. Kegiatan dilaksanakan di kawasan sumber mata air Lahan Kopi Srandil pada 21 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian program kolaboratif yang bertujuan memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya kopi berkelanjutan, sekaligus menjadi wadah pembelajaran bersama antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di lapangan, tetapi juga berkesempatan memahami secara langsung proses budidaya kopi yang telah lama diterapkan oleh para petani. Sementara itu, petani memperoleh pengetahuan secara langsung oleh ahlinya dan bertukar pengalaman dengan dosen serta mahasiswa mengenai teknik budidaya yang dapat mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman kopi di masa mendatang.
Kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi mengenai teknik grafting dan stek yang difasilitasi oleh mahasiswa dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan. Dalam sesi tersebut dijelaskan tahapan pelaksanaan grafting dan stek, mulai dari pemilihan batang bawah dan batang atas yang sehat, teknik penyambungan tanaman, hingga proses perawatan setelah penyambungan dilakukan. Selain itu, anggota LPHDP juga memperoleh penjelasan mengenai teknik stek sebagai metode perbanyakan vegetatif yang mampu menghasilkan bibit dengan karakteristik yang serupa dengan tanaman induknya. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga disertai penjelasan mengenai manfaat penerapan kedua teknik tersebut dalam meningkatkan kualitas bibit kopi serta mendukung produktivitas kebun secara berkelanjutan.
Setelah sesi penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan. Dosen didampingi sejumlah mahasiswa mempraktikkan teknik grafting dan stek menggunakan tanaman kopi yang telah disiapkan sebelumnya. Pada tahap ini, petani turut membagikan pengalaman mereka mengenai berbagai tantangan yang sering dihadapi dalam proses pembibitan maupun pemeliharaan tanaman kopi. Diskusi yang berlangsung selama praktik menjadi sarana pertukaran pengetahuan yang sangat bermanfaat karena menggabungkan pengalaman lapangan yang dimiliki petani dengan pendekatan ilmiah yang dibawa oleh tim pengabdian UMM. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, di mana setiap peserta dapat mencoba secara langsung teknik yang telah dipelajari sekaligus memperoleh arahan apabila menemui kesulitan selama proses praktik.
Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan petani menjadi salah satu nilai utama dalam kegiatan ini. Dosen memberikan arahan mengenai penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan prinsip pertanian berkelanjutan, sementara mahasiswa membantu proses demonstrasi, pendampingan praktik, serta dokumentasi kegiatan. Petani berperan sebagai mitra utama yang membagikan pengalaman nyata berdasarkan praktik budidaya yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun. Sinergi tersebut menciptakan proses pembelajaran dua arah, di mana pengetahuan akademik dan pengalaman lapangan saling melengkapi sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan tanaman kopi.

Setelah praktik grafting dan stek selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit kopi di lahan yang telah dipersiapkan. Sebelum proses penanaman dimulai, peserta mendapatkan penjelasan mengenai teknik penanaman yang benar, mulai dari penentuan jarak tanam, pembuatan lubang tanam, hingga cara menempatkan bibit agar dapat tumbuh secara optimal. Seluruh peserta kemudian bekerja sama melakukan penanaman bibit kopi secara bergotong royong. Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung karena mereka dapat terlibat langsung dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari proses perbanyakan tanaman hingga penanaman di lahan. Bagi petani, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan praktik budidaya kopi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di kawasan Bukit Srandil kepada generasi muda.
Selain memberikan pengalaman teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem perkebunan kopi. Kawasan Bukit Srandil memiliki potensi yang besar sebagai daerah penghasil kopi, sehingga pengelolaan lahan yang baik perlu terus dilakukan agar produktivitas tanaman tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, penerapan teknik grafting, stek, dan penanaman yang tepat diharapkan mampu mendukung penyediaan bibit berkualitas sekaligus menjaga keberlangsungan produksi kopi dalam jangka panjang.
Melalui kolaborasi antara Dosen, mahasiswa dan petani kopi Srandil, kegiatan praktik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam memahami kondisi nyata di lapangan, sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan pengembangan kopi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kolaborasi, semangat gotong royong, dan komitmen bersama untuk menjaga potensi lokal. Dengan adanya sinergi yang terus terjalin, diharapkan budidaya kopi di kawasan Bukit Srandil dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.