
MALANG – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah dalam penandatanganan kerja sama strategis antara Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sumber Makmur Sembada, UMM, dan Shimonoseki City University (Shimonoseki City University) Jepang. Acara penandatanganan ini dilangsungkan pada Senin, 21 September 2026, bertempat di kampus UMM.
Kegiatan bersejarah bagi perkembangan potensi lokal ini dihadiri langsung oleh Rektor UMM beserta jajarannya, Ketua LPHD Sumber Makmur Sembada selaku pengelola Kopi Srandil, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta delegasi perwakilan dari Shimonoseki City University. Sinergi lintas institusi dan lintas negara ini berfokus pada kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Fokus utama dari kerja sama ini adalah upaya peningkatan produktivitas hasil panen Kopi Srandil agar semakin berdaya saing. Selain itu, pilar pemberdayaan juga ditekankan pada sisi pemasaran. Melalui jaringan dan akademisi dari Shimonoseki City University, Kopi Srandil diproyeksikan akan dibawa dan diperkenalkan secara langsung ke pasar Jepang, membuka peluang ekspor dan pengenalan komoditas lokal Malang di kancah internasional.

Sebagai bentuk tindak lanjut dan implementasi nyata dari kesepakatan tersebut, pihak Shimonoseki City University akan langsung menerjunkan 3 orang mahasiswa dan 2 orang profesor ke lapangan. Rombongan akademisi dari Jepang ini akan berangkat menuju kawasan Bukit Srandil untuk melakukan pengamatan dan penelitian terkait proses produksi kopi dari hulu ke hilir.
Tidak hanya berfokus pada budidaya di kebun, delegasi Shimonoseki City University tersebut juga dijadwalkan berkunjung ke sekretariat LPHD Sumber Makmur Sembada. Di sana, mereka akan mengamati, berdiskusi, serta bertukar ilmu mengenai strategi pemasaran kopi yang selama ini berjalan, sekaligus merumuskan inovasi strategi agar Kopi Srandil semakin siap bersaing di pasar global.
Melalui sinergi ini, diharapkan Kopi Srandil tidak hanya mengalami peningkatan dari segi kualitas dan kuantitas produksi, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian para petani kopi lokal melalui penetrasi pasar internasional yang lebih luas.