
Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang kembali menggelar kegiatan edukasi mengenai digital marketing dan penguatan kelembagaan bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa Sumber Makmur Sembada di Desa Tlekung, Kota Batu. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengurus dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi kopi endemik sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan agar lebih siap menghadapi perkembangan usaha di masa mendatang.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Ardik, dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang, mengenai digital marketing melalui Search Engine Optimation, Materi tersebut membahas pentingnya mengoptimalkan informasi kopi endemik, profil petani, kegiatan LPHD, hingga potensi wisata edukasi kopi di Desa Tlekung dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat, calon wisatawan, pelaku usaha, maupun investor melalui mesin pencari.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas kopi endemik sekaligus memperluas peluang pemasaran produk secara berkelanjutan.
“Media digital seperti instagram dan tiktok dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kopi Srandil kepada masyarakat yang lebih luas. Namun, pengelolaannya harus dilakukan secara konsisten, baik dalam penyampaian informasi maupun pembaruan konten agar media sosial tetap aktif,” jelas Ardik.

Selama kegiatan berlangsung, anggota LPHD juga menyampaikan pengalaman dan kendala yang dihadapi dalam mengelola media sosial. Sebagian besar anggota LPHD yang berada pada rentang usia di atas 40 tahun mengaku belum terbiasa memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi, sehingga kegiatan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam menggunakan media digital.
Menanggapi hal tersebut, Ardik menjelaskan bahwa keterbatasan dalam menggunakan teknologi merupakan hal yang wajar.
“Tidak perlu khawatir jika masih belum terbiasa menggunakan media digital. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar. Kami akan terus mendampingi agar pengurus LPHD dapat memanfaatkan media sosial dan website sebagai sarana promosi kopi endemik,” ujarnya.
Setelah sesi digital marketing, kegiatan dilanjutkan dengan materi penguatan kelembagaan. Dosen menjelaskan pentingnya struktur organisasi, pembagian peran pengurus, komunikasi antaranggota, dan penyusunan program kerja yang agar organisasi dapat berjalan lebih efektif. Materi ini disampaikan sebagai bekal bagi pengurus LPHD dalam mengembangkan program yang telah direncanakan bersama masyarakat.
Anggota LPHD Sumber Makmur Sembada atau yang dikenal Budi menyampaikan terima kasih pada dosen dan mahasiswa atas kegiatan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas ilmu dan pendampingan yang telah diberikan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar kami semakin memahami perkembangan teknologi dan dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan kopi endemik kami,” harap Budi.
Melalui kegiatan ini, dosen dan mahasiswa berharap pengurus LPHD Sumber Makmur Sembada semakin siap memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi sekaligus memperkuat kelembagaan dalam mendukung pengelolaan hutan desa dan pengembangan usaha kopi endemik agar tidak kalah saing dengan kopi-kopi yang lain.